Senin, 06 Desember 2010

Sirat Penuh Makna

Tak kan hampa dengan sirat penuh makna
Bibir pantai menyapa
Berenang-renang ubur-ubur keemasan dalam air coklat keruh
Bertandanglah senja
Entah bahagia atau luka warnai dinamika
Rekam jejak masa itu dalam antologi sajak sepi
Untuk lebah-lebah yang menuai madu
Delapan Agustus dua ribu sepuluh
Ku habiskan senja bersama pelangi






Metromini 47,
061210

Tidak ada komentar:

Posting Komentar