Tunjukan aku sebuah realita
Tak sampai paham apakah ini imaji dalam skenario
Pecah.
Dan terjebak dalam penyingkapan tutur warna-warna
Gelap, kelabu, atau warna-warna yang berpendar
Mata angin mulai ragu
Dia bilang, dunia tak seperti dulu
Mungkin guncangan tektonik merubahnya
Dan keraguan dalam penyingkapan masih ada
Tak paham maksud sutradara kehidupan
Tak mengerti akan pahatan aksara yang singgah tadi malam
Jelaskan padaku,
sebab mata angin terjebak dalam keraguan
Labirin jalan pikiran kian sesak
Setiap kali celah terbuka
Saat itulah pikiranku dipermainkan
Jalan-jalan pembuka menjelma jadi fatamorgana: ilusi
Mata angin tak kian iba: sudah buta
Atau patah arang
Kebuntuan adalah jalan mutlak
Sabana dan stepa tak pecahkan gundukan ketidakpahaman: malah jadi aral
Semak belukar dan padang rumput tak kuasa bujuk arah angin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar