Kamis, 23 Desember 2010

Derai

Jakarta, 21 Desember 2010

Cukup sudah cumbu malam ini
Pagi habis,
Siang padam,
Petang hilang,
Hujan berderai,
Bertutur tentang ruang-ruang renta
Lampu sorot menembak
Pucatkan wajah-wajah di busur lingkaran
Kering tak ada air,
hingga awan-awan datang berderai
Mutiara-mutiara langit bisikkan kata:
Kota kian renta, kian ramai, kian sesak
Ku titipkan keangkuhan si renta, walau usang, lusuh
Tak mau dirampas lagi,
kau tahu: darah pemuda di sini sudah kering
Sudah tak ada semangat juang lagi tiap ruas jari
Kau tahu: Pemuda sini lebih suka euforia
Bukan bambu-bambu bermata lalu diasah
Juga buka peluru yang meletup-letup
Cukup sudah cumbu malam ini
Rembulan sudah lari berselimut awan: cemas
Aku ragu si renta ini dikubur dalam-dalam
Dan bukan di taman pemakaman: Kalibata
Karena tak ada yang anggap sebuah jasa: lenyap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar