Selasa, 28 Desember 2010

Penantian Gadis Kecil

Ditaburinya bibit-bibit jadi serak di ladang merekah pecah
Sumringah seringai senyum diperolehnya dari Bunda
Seuntai wejangan dimanterakan keluar dari mulut
Ananda, sirami benihnya!
Hujan akan sirami dan warnai bunga-bunga itu

Disibaknya tirai jendela bilik
Tiap saat,
Tak mau lengah, perhatikan dawai-dawai angin
Satu, dua kelopak gerak perlahan
Bunda, andai aku bunga di sana
Madu manis kan ku retaskan untuk senyummu
Sampai ku layu
Tak bernyawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar