Catatan lampau mu itu sedikit mengiris hati
Entah harus bagaimana menyikapnya
Ini hal lumrah bukan?
Jangan salahkan aku atau dia, kawan..
Salahkan mereka!
Kenapa harus mereka yang disalahkan??
Apa salah mereka??
Karena mereka bukanlah aku dan dia.
Aku dan dia adalah kami.
Maaf aku bukan hakim,
aku tidak berhak menghakimi orang lain.
Dan kita tidak harus menjadi hakim,
untuk menentukan benar-salahnya.
Lalu kenapa harus menyalahkan mereka?
Bukankah itu seperti hakim??
"Seperti" berbeda dengan "menjadi"...
Menjadi seperti hakim.
Aku tidak mau menjadi seperti hakim.
Akan saling menyakiti nantinya..
Maka jadilah seperti terdakwa.
Terdakwa yang disakiti hakim?
Mengapa?
Mengapa harus ada yang tersakiti?
Karena memang selalu ada yang dikorbankan.
Sebuah fitrah, sebuah sunnatulloh.
Jika aku harus menjadi seperti terdakwa,
maka orang patut dipersalahkan dari yang dimaksud dalam tulisan ini jadi adalah aku sendiri?
Malangnya diriku..
Lantas apa yang harus aku lakukan?
Bersabar, beristighfar, berjuang.
Semoga Allah memberikan kemudahan :)
Amin...
Terima kasih..
Sudah lebih tenang sekarang.. :)
September 12nd, 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar