Angin mulai menderu-deru pipiku
Cahaya lampu menyilaukan pandanganku yang kosong ini
Aku termenung,
tepat di ujung jendela mobil itu
Lelah memang..
Tapi semua seolah tak ada jalan lain
Ini lah hidup yang ku pilih saat ini
Aku mulai jenuh dan bosan
Ribuan kerikil itu menyerbu benakku yang mulai rapuh
Tak berisi
Tak kokoh
Mata seolah terkatup menahan kerikil ini
Aku tak tahu adakah yang akan menopangku
Menyeka kerikil itu dari benakku
Otakku kini rapuh bagai remah-remah
Mungkin tak akan ada satu pun yang bisa
Karena memang terlalu usang
Angin semakin berhembus kencang
Menerbangkan angan ku
Yang ku lihat kini
Semua seolah tersenyum meledekku
Mungkin mereka tahu betapa bodohnya aku saat ini
Aku yang tak tahu harus menempatkan dimana diriku berada
Aku kesal
Sungguh kesal, dan mulai muak
Muak akan kebodohan ku
Dan betapa bodohnya lagi jika aku hanya diam
Aku tidak mau mati sia-sia tanpa karya
Aku juga tak mau mereka tahu atas ketidaktahuanku
Aku tidak mau membuang-buang sisa hidupku percuma
Tapi mengapa semua begitu terasa berat dijinjing?
Nafasku tersengal-sengal
Sungguh, aku ingin lari dari kehidupan yang sungguh tak pasti ini
Seperti menggantungkan harapan palsu
Aku hanya diam??
Aku tidak mau!!
Tapi kakiku tak sanggup menopangnya sendiri
Ada apa ini?
Tuhan,
Selemah itu kah aku??
Yang hanya bisa terbang kemana angin membawaku..
Aku sedih
Tuhan tolong aku....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar