Jumat, 10 September 2010

Memancing Lagi

Berat
Di saat kondisi seperti ini
Tak ada seorang pun yang mengerti
Bahwa aku perlu dipapah
Langkahku benar-benar berat
Hatiku gundah
Ingin menangis
Benar-benar tidak ada yang mengerti

Sekelilingku justru mengejekku
Bukan ini yang ku inginkan
Aku mencoba menabur asa dan harapan
Agar kebaikan yang akan ku tuai nantinya
Tapi tak akan mungkin rasanya
Aku belum melihat tanda-tanda kebaikan itu
Aku seperti ingin berlari lagi ke belakang
Bahkan berseluncur

Jalan putih yang ku anggap baik tadinya
Justru membawa ku dalam keraguan
Ragu untuk terus tetap bertahan di jalan ini
Kerikil-kerikil itu membesar
Aku sudah tidak bisa menyeka kerikil itu perlahan
Haruskah ku gunakan tongkatku yang sudah mulai rapuh ini?

Aku benar-benar sudah letih
Langkah ku terhenti
Ku biarkan nafasku tersengal-sengal
Keringat membasahi asa dan harapanku
Dan air mata menetes di pipiku

Aku tak tahu harus berbuat apa
Aku hanya berdoa pada-NYA
Agar DIA menjaga langkahku
Langkah yang sedang terhenti ini

Aku tidak tahu kapan aku melangkahkan kaki ku lagi
Nafasku masih tersengal-sengal
Keringat masih mengucur deras
Air mata tak henti menetes

Angin menyeka air mata ku
Seolah berkata, 'lanjutkan langkah mu!'
Aku ragu
Kaki ku tak ingin berdiri rasanya
Hah, benar-benar tak ingin masih disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar