Minggu, 17 Oktober 2010

Tak Menawan Laku Lalu

Gemuruh awan beriringan, awan kelabu
Sebentar lagi hujan kan turun kawan
Rintiknya yang menawan kan hiasi jendela
Gemuruh yang bertalu bersautan
Layaknya sebuah rangkaian melodi

Gusar hati ini saat kilat yang mulai mencuat
Angin berhembus bak badai
Kian deras rintik itu
Hah, sepertinya bukan rintik menawan lagi
Harap pelangi kan dijunjung sirna sudah
seperti malapetaka

Ku kira semua akan selalu indah
Menggantung harap pelangi tiap hujan turun
Namun tak selalu berujung begitu
Berbalik: hujan tak selalu menawan
Rasa kehilangan kini dirasa

Pelangi,apa pintaku membebanimu?
Menanti hujan demi harapku hadir
Aku merasa begitu
Walau angin tak sampaikan maksud
Ku lihat warna pasimu
Cerahmu hilang
Jika benar aku buatmu pasi maka lepaskan aku
Tak kan ku harap cerahmu singgah di mata
Walau sulit nanti
Aku kan mundur tuk warnamu kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar