Diri ini belum dewasa benar untuk berbicara suatu waktu
Masa ketika sang Tuhan memenuhi mimpi untuk hidup di satu tempat yang sama
Tempat di mana hati ini akan dijaga oleh sang rasa
Duka dan bahagia menjadi babak kehidupan dalam sketsa
Bahumu nanti akan ku jadikan penyangga duka
Telingaku nanti akan kau jadikan pelepas gelisah
Tanganmu nanti akan ku jadikan penopang bahagia
Suaraku nanti kan kau jadikan pelipur lara
Diri ini belum dewasa benar untuk merangkai asa
Harapan dan doa memaksa untuk disapa
Untuk sebuah bahagia yang kan diraba dan dijaga
Bertaruh dalam doa agar sampailah cita-cita
Diri ini belum dewasa benar untuk melintasi batas waktu
Namun ku yakin dalam teguh
Suatu saat dua hati kan bersatu
Sang waktu pun tak sabar menunggu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar