Rabu, 18 Agustus 2010

Aku Menyebutnya Anugrah


Ketika dua pasang mata bertegur sapa
Tak ada yang menyangka begini jadinya
Waktu seolah mengatur sebuah naskah
Para pemainnya terjebak dalam rasa
Jiwa dan raga seolah tak bersahaja

Waktu itu aku kira ini semua rekayasa
Sebuah goresan sketsa anak manusia
Tak ada rasa yang terukir mempesona
Semua mengalir begitu saja
Tanpa tahu siapa yang mengatur semua

Dulu sajak-sajak begitu asing menyapa
Hanya gurauan belaka yang tiada guna
Senyum lugu hanya sebagai penyangga
Tak jarang guratan tawa mengisi celah
Ya, mungkin aku belum tahu nilai dari sebuah rasa

Kini semuanya berbeda dalam sekejap
Entah bagaimana sajak-sajak menatap
Hingga aku benar-benar diam terhenyak
Merangkai ribuan terka dalam  benak
Bahkan ketika aku jatuh dalam lelap

-LRSSHD-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar